Selasa, 15 Januari 2013
0 komentar

Good News

11.12
Halo Readers, uda mulai liburan kah ?
Yah, aku udah nih, terhitung sejak 14 Desember kemarin.
Tapi, hari ini adalah terakhir tuesday chapel, *ups, ga tau ya? -anggap aja tau-
Jadi, meskipun ga wajib, aku tetap ikut.
Okay, tadi khotbah di Chapel, sungguh luar biasa memberkati. Berikut cerita yang bisa ku bagikan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setiap orang tentu mempunyai pergumulan dalam hidupnya. banyak hal di dunia yang membuat kita semakin tidak mengerti. Di dalam Kej 4. kita melihat salah satu contoh ketidakadilan, yang merupakan cerita kecil dari begitu banyak ketidakadilan di dunia ini.
Sekilas mengenai cerita di Alkitab.

```~ Ada dua orang kakak beradik, Kain dan Habel. Saat keduanya memberikan persembahan, Tuhan hanya menerima persembahan si Habel, sedangkan Kain tidak. hal ini ditandai dari asap persembahan Habel yang naik lurus ke atas sedangkan kain belok belok (begitu cerita sewaktu sekolah minggu) . Akhirnya, Kain pun cemburu terhadap Habel,adiknya, sehingga akhirnya ia membunuh Habel di ladang. Darah Habel berteriak kepada Allah. Allah yang mengetahui itu pun menghukum Kain, tetapi Tuhan memberikan seperti tanda kepada Kain sehingga orang tidak membunuhnya. kemudian kain menikah, dan lahirlah anak baginya bernama Henokh, dan mendirikan kota baginya.
Dari kisah ini, muncul beberapa pertanyaan yang membingungkan, seperti krisis kepercayaan.

1. Tuhan Maha tahu, tetapi kenapa ia membiarkan secara eksplisit memberi tahu Kain bahwa persembahan Habel yang Ia terima. tentu hal ini membuat Kain cemburu dan pada akhirnya membunuh Habel, dan Tuhan tentu tahu akan hal ini juga..
2. kenapa Tuhan lebih menyayangi orang jahat, seperti kain yang telah membunuh Habel. Kain justru diberikan suatu tanda agar orang tidak membunuhnya. kalau dipikir-pikir, tanda itu lebih cocok buat Habel, yang adalah orang baik. tetapi, kenapa justru kain yang diberikan..
3. Kenapa Habel yang adalah baik, justru tidak mendapat apa-apa, sedangkan kain, dia menikah, mendirikan keluarga, dan akhirnya dapat memberikan kota buat anaknya..

Dari sini kita bisa melihat bahwa inilah yang sering terjadi di sekitar kita, seperti ketidakadilan. orang baik kadang mendapatkan yang tidak sepantaran dibandingkan orang yang jahat.Ini hanya segelintir contoh yang Alkitab tawarkan, tetapi bukti nyata begitu banyak di sekitar kita.

Baru saja memasuki tahun 2013 kita sudah diawali dengan kisah ketidakadilan yang dialami oleh korban kecelakaan maut yang dilakukan oleh anak menteri. Baru saja 2 hari mereka berkabung, (istilahnya, kuburan korban pun masih basah) tapi uda ada aja tuh surat perdamaian. contoh lain, angelina sondank, adanya kejanggalan dalam pemberian keputusan oleh pengadilan (http://www.bacain.com/berita/2013/01/Sel-Angelina-Sondakh-Digeledah)   dan dia masih terima gaji dong selama di penjara ( WHAT?) .


Ini yang belum bisa kita mengerti, karena ada satu kepribadian Allah yang tak terbatas yang harus kita mengerti.Tetapi saya percaya bahwa rencana Allah itu tidak ada yang jahat, karena Allah maha-baik.
Kita sebagai manusia, sering menghujat Allah akan ketidakadilan ini.
Ada sebuah cerita dari buku, seorang yang menerima ketidakadilan dan beberapa temannya protes kepada Tuhan. kenapa kami merasakan ketidakadilan? kami mau ganti rugi...!
lalu Allah menjawab: semua sudah ku tanggung di dalam Putra-Ku yang tunggal, YESUS KRISTUS.. Dia sudah menerima semua ketidakadilan sepanjang hidup-Nya . Mulai lahir hingga mati di kayu salib, semua adalah bukti ketidakadilan. Lahir di kandang domba, di hina, diludahi, dicaci, dipaku di kayu, dan disalibkan demi menebus umat manusia. Semua dosa manusia telah dibayar lunas oleh penyaliban (itu hukuman paling tinggi di pengadilan Yahudi) dan tidak akan ada penyaliban dua kali karena di pengadilan manapun tidak ada hukuman dijatuhkan 2 kali untuk kesalahan yang sama. Sudah Selesai (begitu ucapan Yesus di Kayu Salib)

Allah, sebagai Bapa-Nya tahu semua akan terjadi. bahkan ketika Tuhan Yesus memanggil dia, "Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?" Bisa saja Allah melepaskan Tuhan Yesus, tapi Dia hanya diam, dan menahan sakitnya melihat Anak Tunggal-Nya sendiri dicambuk, dicaci, diludahi, dipaku dan dipermalukan, padahal Dia sendiri Bapa-Nya, mampu melepaskan-Nya. Semua itu dilakukan hanya karena Kasih-Nya yang begitu besar kepada kita (Yoh. 3:16)

Ada sebuah lagu "kasih masih ada"
Hanya yang pernah merasakannya tahu duri dalam dagingku
Ternyata Kau lah yang paling mengerti rahasia hatiku..

Untuk itu saudaraku di dalam Tuhan.
Jika kita mengeluh karena ketidakadilan.
ingatlah, bahwa Yesus sudah merasakan jauh dibanding kita.
Ketika kita menderita, ingat penderitaan Yesus yang di kayu salib, hanya saja bedanya, Dia tidak melakukan dosa apapun.
Jika kita sulit mengampuni, ingat bagaimana Allah mau mengampuni kita dan memberi puteraNya untuk penebusan.
Begitu banyak cerita inspiratif yang bisa menjadi penguatan iman kita bagaimana Allah bekerja.
Sudahkah ada resolusi?


0 komentar:

Posting Komentar

Hesty Sihotang. Diberdayakan oleh Blogger.
 
Toggle Footer
Top